Kemewahan Istana Montaza Alexandria

Kemewahan kota Alexandria – adalah yang menjadi kota terbesar kedua di Mesir setelah Kairo. Kota ini merupakan kota pelabuhan terbesar di Mesir karena letak nya yg berada di pinggir laut Mediterania. Oleh karena pantai-pantai nya yang sangat indah itu dan juga , banyak sekali wisatawan asing menghabis kan waktu musim panas nya dengan berlibur di sana.

Montaza merupakan taman pinggir laut yang mempunyai keluasan 155.4 hektar. Yang Di dalam nya terdapat istana Raja Farouk yang memiliki seni bina yang indah, di tambah pula dengan kedudukan nya yg terletak di dataran tinggi menghadap kearah laut.

(singkat cerita) Raja Farouk adalah Raja terakhir kerajaan Monarki, Mesir yg berpusat di Iskandariah. Beliau di kenali kerana sikap nya yang tidak bertanggung jawab terhadap kerajaan nya. Beliau lebih gemar membeli kereta-kereta mewah dan berseronok di kasino, berlumba kuda dan berfoya-foya bersama wanita-wanita muda. Di cerita kan bilangan pokok kurma yang di tanam di halaman istana nya menyamai bilangan gundik nya.

Kemewahan Istana Montaza Alexandria

Kemewahan Istana Montaza Alexandria

Pada tahun 1952, jatuh nya pemerintahan Raja Farouk yang mana Jamal Abdul Naser merupakan salah seorang yg mengetahuai rampasan kuasa untuk mengguling kan Raja Farouk. Selepas Raja Farouk di jatuh kan, pemerintahan Mesir bertukar kepada negara Republik yang berpusat di Kaherah.

[ Ikuti Program Umroh Plus Cairo ]

Sejak di awal masuk kota Alexandria, kota ini terlihat lebih rapi tertata & bersih di banding kan dengan kota Kairo. Nuansa bangunan khas Eropa yg berwarna putih gading dan kecoklatan juga dengan banyak mendominasi  sepanjang perjalanan dalam kota. Usut-usut,nya  ternyata  nuansa  ini dibawa oleh bangsa Perancis pada saat Napoleon Bonaparte melakukan lawatan ke Mesir di akhir abad ke-17.

Pada tahun 1932 Raja Fuad I melaksanakan perluasan Istana Montaza menjadi semakin besar dgn di tambah kan nya Istana Al-Haramlik dan taman royal dan menjadika nya sebagai Istana musim Panas yg bergaya Florentine dalam nuansa Turki dgn memiliki dua buah menara yg menjulang keatas seperti Renaisance di Italia, Istana ini memiliki pelataran yg luas dan di setiap lantai nya di desain dengan menghadap langsung ke laut Mediterania. Kedua President Mesir Anwar Sadat dan Husni Mubarak telah melakukan beberapa renovasi dan menjadikan Istana Salamlek Palace sebagai kediaman resmi presiden.

Montaza Palace – Merupakan sebuah tempat peristirahatan bagi keluarga Raja Fuad I dan kerabatnya, setelah berburu. Istana ini di bangun pada tahun 1932 oleh Raja Fuad I. Selain Montaza Palace, di sekitar nya juga terdapat Salamlek Palace yang merupakan sebagai tempat tinggal resmi presiden Mesir.Sedangkan The Al Montazah Park, merupakan taman kerajaan seluas kurang lebih 61 Hektar, terbuka untuk umum sebagai tempat wisata. Taman ini berada di area istana raja Farouk yang tertata rapi dgn di hiasi pohon kurma di sekitar nya. Bangunan utama dari taman ini adalah istana raja Farouk yang megah, kini istana raja Farouk sering di gunakan untuk menggelar jamuan kenegaraan.

Di kunjungan ke Alexandria ini, kisah Raja Farouk yang di guling kan oleh kudeta dan istana Montaza yang tersohor menjadi antusiasme dominan bagi para pengunjung. Jangan mau ketinggalan untuk menikmati keindahan dan kemegahan Istana Montaza Alexandria.

Pada tahun 1932 Raja Fuad I melaksanakan perluasan Istana Montaza menjadi semakin besar dengan ditambahkanya Istana Al-Haramlik dan taman royal dan menjadikanya sebagai Istana musim Panas yang bergaya Florentine dalam nuansa Turki dengan memiliki dua buah menara yang menjulang keatas seperti Renaisance di Italia, Istana ini memiliki pelataran yang luas dan dan setiap lantai nya didesain menghadap langsung ke laut Mediterania. Kedua President Mesir Anwar Sadat dan Husni Mubarak telah melakukan beberapa renovasi dan menjadikan Istana Salamlek Palace sebagai kediaman resmi presiden.

Para wisatawan yang memadati kawasan taman Montazah Alexandria di dominasi oleh wisatawan domestic alias pribumi Mesir. Hal itu lumrah karena karakteristik masyarakat mesir umum nya memang menyukai kegiatan rekreasi atau jalan-jalan bersama dengan orang-orang terkasih nya maupun keluarga. Suhu politik dan keamanan yang belum jua stabil, tentunya termasuk faktor yang membuat sektor pariwisata Mesir cenderung lesu di banding tahun-tahun sebelum revolusi. Padahal untuk menjadi destinasi wisata, kota Alexandria punya beberapa objek yang tergolong indah dan menarik. Sebut saja taman Montazah dan benteng Qaitbay yang sudah saya singgung di awal, istana Salamlek dan Haramlek Raja faruk, perpustakaan Biblioteka Alexandria, Planetarium, taman Ma’murah, serta area belanja murah di Mansyiah atau Khalid.

Keindahan Senja di  

sai menjalani musim ujian yang melelahkan, kota Alexandria menjadi sebuah target pasti yang terbersit di benak saya dan diamini kawan-kawan serumah. Begitu ujian terakhir kelar, tugas-tugas selesai dan jadwal kegiatan ekstra kurikuler masih belum berjalan, saya langsung meluncur menuju stasiun Ramsis untuk memesankan tiket kereta tujuan Alexandria.

Kemewahan Istana Montaza Alexandria

Kemewahan Istana Montaza Alexandria

Dari kota Kairo, perjalanan menuju Alexandria bisa ditempuh menggunakan kereta api, tramco (sejenis colt), maupun bus. Seperti halnya di Indonesia, kereta api menjadi sarana transportasi yang paling digemari masyarakat. Jika tidak memesan tiket beberapa hari sebelumnya, kemungkinan besar kami akan kehabisan tiket. Kecuali kalau kami sengaja mau naik kelas ekonomi yang tiketnya bisa langsung bayar di atas kereta. Di Mesir, kelas-kelas keretanya pun sama seperti di Indonesia, ada kelas ekonomi yang tiketnya cukup ditebus dengan 8,5 EGP (Rp. 15.000), ada kelas bisnis seharga 21 atau 35 EGP (sekitar 38-62 ribu rupiah), ada pula kereta kelas eksekutif Asbani yang jika dibanding harga tiket eksekutif di Indonesia masih jauh lebih murah, yaitu hanya 45 EGP (Rp. 80.000). Bila ingin menikmati angkutan transportasi selain kereta, kendaraan tramco atau bus umum bisa menjadi pilihan yang lumayan nyaman. Dengan perjalanan 3 hingga 4 jam-an dan biaya 35 EGP (Rp. 62.000), kita sudah akan dihantarkan ke kota Alexandria.

Tiket untuk bisa menikmati senja via taman Montazah per orang 8 EGP atau sekitar 15 ribu rupiah. Begitu masuk, kami langsung dihadapkan pada sehampar taman yang besar nan rapi. Sebelum sampai bibir pantai, kami juga melewat istana Salamlek dan Haramlek Raja Faruk yang berdiri kokoh nan megah.

Setelah lumayan jauh berjalan, akhirnya kami bisa menikmati panorama senja kesumba Alexandria. Sungguh keindahan eksotis yang menyegarkan otak dari kepenatan dan kegalauan yang sebelumnya mengakrabi kepala. Panorama dan keindahan senja tidak sebatas matahari yang sedang syahdu menujui peraduannya. Tapi, senja adalah mozaik keelokan alam integral yang paling purna pada tiap harinya. Panoramanya terbukti juga menjadi medium yang tepat bagi kami untuk berkontemplasi. Montazah merupakan contoh-contoh cemerlang dari kebesaran Iskandariyah. Bagi anak dari Desuq ini, dampak langsung Iskandariyah menceritakan Kisah Darley dan Justine dalam The Alexandriya Quartet.

Sekarang tempat ini banyak sekali di kunjungi oleh turis yang datang dari berbagai belahan dunia untuk melihat langsung kemewahan Istana Montaza Alexandria.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *